Satu Keburukan Ini Dapat Menghapus Amal 70 Tahun. Apakah Itu?

Manusia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang ada di bumi. Kewajiban manusia di dunia adalah menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang patut untuk disembah. Tapi, melakukan perbuatan baik tidak semudah yang dibayangkan.

Bahkan melakukan maksiat terlihat lebih mudah daripada berbuat baik. Satu pepatah mengatakan bahwa untuk orang shaleh, dunia merupakan penjara, tapi untuk orang yang suka berbuat maksiat, dunia merupakan surga karena mereka dapat melakukan segala hal yang ia mau.


Apa yang kita lakukan di dunia akan mendapatkan imbalannya di akhirat nanti. Oleh karena itu, seorang manusia dituntut untuk memperbanyak bekal ketika hidup. Menyiapkan bekal bukan berarti melakukan sebanyak-banyaknya amalan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dari ibadah, karena tak semua ibadah diterima oleh Allah SWT.

Sebagai seorang muslim kita harus memperdalam ilmu agama agar tidak salah dalam melangkah. Selain itu, tidak ada waktu yang disia-siakan melainkan untuk beribadah. Tapi, terdapat satu perbuatan yang jika dilakukan dapat menghilangkan segala pahala selama ini.  Oleh karena itu, kita harus tahu amalan apa yang dimaksud.

Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa ketika ia berwasiat secara tidak adil atau zhaim di dalam wasiatnya maka kebaikan selama 70 tahun akan hilang. Begitu juga sebaliknya, apabila ia berwasiat secara adil maka ia akan dimasukkan ke dalam surga karena kebaikannya itu. Inilah bahaya jika tidak tahu ilmu tentang amal setelah kematian.

Berdasarkan hadist tersebut dapat diketahui bahwa salah satu kewajiban sebagai seorang muslim adalah membuat wasiat seadil mungkin. Sebanyak apapun amalan baik yang telah  dikumpulkan tapi jika berwasiat tidak adil sebelum meninggal, maka semua amalan tersebut akan terhapuskan dan kita akan masuk ke dalam neraka.

Neraka adalah salah satu tempat kembali bagi makhluk ciptaan Allah yang amalan buruknya lebih berat dibanding amalan baiknya. Apabila amalan baik seseorang selama 70 tahun hilang, maka yang tersisa hanyalah amalan buruknya selama ini. Oleh karena itu kita perlu memperhatikan satu keburukan yang dapat menghapus amal 70 tahun agar lebih berhati-hati.

Perbuatan ini berkaitan dengan bagaimana kita berwasiat sebelum meninggal. Wasiat itu dapat berupa pesan atau harta yang ditinggalkan seseorang. Jika itu dalam bentuk pesan maka kita harus memastikan bahwa pesan tersebut sesuai dengan orang yang diberikan pesan. Namun, apabila wasiat dalam bentuk harta maka kita harus memperhatikan siapa saja yang berhak untuk mendapatkan warisan itu.

Agar dapat terhindar dari salah berwasiat, maka kita harus melakukan beberapa hal seperti bertanya kepada orang yang lebih paham dengan agama. Selain itu, kita juga harus memiliki bekal tentang ilmu itu. Jadi, apabila kita berkonsultasi kepada orang lain kita dapat mudah pahamnya. Persiapkanlah hal ini jauh sebelum sakit atau selagi ada waktu karena waktu meninggal seseorang tidak ada yang tahu.

Sumber: feminan.com

No comments

close